Mau mengajukan KPR? Cek biaya proses beli kredit rumah baru

Mau mengajukan KPR? Cek biaya proses beli kredit rumah baru

Mau mengajukan KPR? Cek biaya proses beli kredit rumah baru – Bukan hanya DP yang di pikirkan ketika ingin beli rumah baru ataupun bekas, tapi ada juga beberapa biaya yang harus kita ketahui. Seperti biaya notaris, provisi kredit, BPHTB hingga pajak. Jika pembelian rumah baru anda dengan sistem KPR (jual rumah Bandung), maka proses biaya biaya ini akan diatur oleh bank.

Ketika ingin membeli rumah baru ataupun bekas, pastinya seseorang sering hanya menyiapkan dana untuk membayar uang muka saja, padahal selain uang muka, masih ada biaya yang mau tanggung oleh pembeli.

Sebelum anda mengajukan KPR, sebiaknya siapkanlah biaya ekstra diluar dari uang muka. Biaya ini biasanya biaya booking, notaris, provinsi, BPHTB, pajak hingga asuransi. Untungnya DP rumah kini lebih ringan, beda dengan dulu yang bisa mencapai 20 hingga 30%.

Mengingat adanya inflasi pada harga properti yang bisa mencapai 20% pertahun, pastinya semua orang ingin cepat memiliki rumah.

Berikut ini biaya biaya yang perlu di siapkan ketika beli rumah baru secara kredit

Booking fee

Booking free merupakan biaya yang dikeluarkan calon pembeli sebagai tanda jadi. Seperti ketika orang yang telah ingin membeli sebuah rumah, maka dia perlu menegaskannya dengan membayar booking fee. Booking free ini menjadi bukti dari keseriusan dari calon pembeli untuk meneruskan transaksi ke tahap selanjutnya. Dengan begitu, pengembang tidak akan memberikan rumah tersebut kepada orang lain. Sebelum bayar booking fee, berhati-hatilah karena bisa saja berpotensi hangus jika calon pembeli membatalkan transaksi atau booking fee hangus jika bank tidak menerima permohonan KPR.

Uang Muka

Kini uang muka kredit rumah sudah semakin ringan. Berdasarkan aturan yang berlaku, kini nasabah cukup perlu membayar uang muka 15% untuk rumah tapak (baru) pertama yang memiliki luas lebih dari 70 meter persegi. Sementara untuk rumah kedua 20% dan rumah ketiga 25%. Rumah tapak yang luasnya 22 hingga 70 meter persegi, nasabah cukup perlu membayar uang muka 15% untuk rumah kedua dan 20% untuk rumah ketiga.

Biaya Notaris

Dalam proses KPR juga melibatkan notaris yang tugasnya untuk mengurus dan juga mengecek sertifikat rumah. Selain itu, juga mengurus biaya validasi pajak, akta jual beli, surat kuasa hak membebankan hak tanggungan (SKHMT), akta hak tanggungan(APHT), dsb. Biaya untuk notaris ini biasanya jumlahnya tergantung pada pihak yang ditunjuk.

Biaya Provisi

Biaya provisi ini seperti biaya administrasi yang dikenakan oleh bank dalam mengurus KPR. Biaya ini biasanya berkisar 1% dari total pinjaman KPR. Nasabah harus membayar biaya provisi sebelum akad kredit KPR berlangsung.

BPHTB

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) merupakan pajak yang berasal dari transaksi jual beli tanah dan bangunan. Biasanya perhitungan BPHTB ini dari nilai perolehan objek pajak (NPOP) dan juga nilai jual objek pajak(NJOP). Sebelumnya angka yang berlaku adalah 5%, tapi setelah adanya revisi kebijakan ekonomi IX, maka menjadi 1%.

Asuransi

Rumah merupakan  harga yang rentan mengalami situasi buruk. Maka dari itu, proses pembelian rumah ini harus di sertakan dengan asuransi. Siapkan juga biaya untuk asuransi jiwa dan kebakaran.

PPN

Bergembiralah karena PPN sebesar 10% ini tidak berlaku lagi untuk rumah yang harga maksimalnya 300 juta. Sebelumnya, batasan hanya mencapai 140 juta. Dengan adanya perubahan ini, anda tidak perlu khawatir lagi mengenai PPN ketika anda mengincar rumah yang di bawah harga 300 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *